Warga Kecamatan Semampir Antusias Ikuti Baksos YHMCHI dan PITI

oleh -137 Dilihat
Suryawan, SE., B.Med., M.Med., (5 dari kiri, Wakil Konsil Kesehatan Tradisional, Yunus, Camat Semampir (6 dari kiri baju batik), Oei Tjing Yen (7 dari kiri, Sekertaris DPD PITI Surabaya)

SURABAYA, PMTSnews.com –-Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan Bersama yang digelar Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) di kecamatan-kecamatan di Kota Surabaya, telah memasuki episode yang ke-3.

Setelah warga di kecamatan Bulak dan Sukolilo, kali ini yang mendapatkan giliran adalah warga kecamatan Semampir, Surabaya, Minggu (8/1/2023).

Ustadz Hasan Basri, Pelaksana Harian YHMCHI, mengatakan, sebagaimana kegiatan yang sebelumnya, kegiatan baksos kesehatan ini hasil kerja sama dengan Perkumpulan Pengobat Tradisional Interkontinental Indonesia (PPTII), Perkumpulan Pengobat Tradisional Indonesia (PPTI), Perkumpulan Naturopatis Indonesia (PKNI) DPD Jawa Timur dan Universitas Katolik Darma Cendika D4 Akupunktur dan Pengobatan Herbal.

“Kegiatan baksos kali ini merupakan episode yang ketiga kalinya kita gelar di kecamatan-kecamatan di kota Surabaya. Kalau di Masjid Cheng Hoo sudah berulang kali kita adakan. Rencananya kita adakan di seluruh kecamatan di Surabaya. Mudah-mudahan melalui kegiatan sosial kesehatan ini, bisa membuat masyarakat lebih sehat dan sejahtera,” katanya.

Alfredo Aldo E. P. Tjundawan, B. Med., M. Med, Wakil ketua kolegium PPTII dan Pengurus PKNI DPD Jatim, mengatakan, sebagaimana pengobatan medis lainnya, sebelum melakukan proses pengobatan pada pasien, diperlukan yang namanya riwayat kesehatan pasien. Hal ini untuk mengetahui kondisi pasien, karena tidak setiap orang bisa dilakukan proses pengobatan tradisional.

“Untuk keluhan pasien, rata-rata keluhan seputar nyeri sendi, dan ada juga sejumlah pasien pasca stroke,” katanya.

I Ketut Nata Wijaya, salah seorang pasien, merasa senang dengan adanya kegiatan baksos kesehatan. Pegawai kelurahan Wonokusumo itu berharap kegiatan sangat baik tersebut agar terus dilanjutkan.

“Ini pertama kalinya saya ikut pengobatan tradisional akupuntur. Jadi di awal-awal saya agak takut dengan tusukan jarumnya. Tapi rupanya aman-aman saja. Dan rasanya memang lebih enakan,” katanya.

Hadir dalam baksos yang diikuti oleh sebanyak 160 warga ini, Heri Siswanto (Kepala Puskesmas Wonokusumo, Surabaya), Suryawan, SE., B.Med., M.Med., (Wakil Konsil Kesehatan Tradisional,
Kaprodi D4 Akupunktur dan Pengobatan Herbal UKDC dan Ketua PKNI DPD Jawa Timur).

Tampak juga Oei Tjing Yen (Sekertaris DPD PITI Surabaya), Elly Saidah dan Herlina (Seksi Sosial DPD PITI Surabaya) dan Rijani (Seksi Pengajian A7). Tamam Malaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.